JAKARTA – Bagi Maryono (50), menjadi pengemudi ojek online bukan sekadar pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Sejak 2018, ia punya kebiasaan unik setiap Jumat, yakni menggratiskan ongkos seluruh penumpangnya sebagai bentuk rasa syukur.
Maryono telah menjadi mitra ojek online sejak 2010. Ia termasuk salah satu mitra awal Gojek setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang ojek pangkalan.
“Saya berinisiatif bahwa saya itu ingin bersyukur. Karena umur seusia saya ini, kalau tidak ada adanya Gojek, mungkin saya tidak bisa bekerja,” ungkap Maryono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).
Bersyukur Bisa Sekolahkan Anak hingga Sarjana
Maryono mengaku masa awal menjadi pengemudi ojek online memberikan penghasilan yang cukup baik. Saat itu, ia juga merasakan berbagai bonus yang diberikan aplikator kepada mitra.
Penghasilan tersebut membantu Maryono memenuhi kebutuhan keluarga. Meski hanya lulusan SMP, ia mampu menyekolahkan anaknya hingga menyandang gelar sarjana.
“Saya bisa menafkahi keluarga saya, bisa menguliahkan anak saya, dan alhamdulillah juga saya bisa udah bisa kebeli rumah. Makanya saya bersyukur dengan rasa bersyukur saya, saya punya ide untuk menggratiskan semua penumpang di hari Jumat,” tuturnya.
Pernah Berdagang di Pasar
Sebelum menjadi pengemudi ojek, Maryono sempat berdagang di pasar di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Namun, kenaikan harga bahan pokok membuat usahanya semakin sulit dipertahankan. Ia kemudian memilih menutup usahanya dan beralih menjadi tukang ojek pangkalan.
“Misalkan daging naik kita mau naikin harga, enggak bisa. Kita harus satu food court itu harus sama kalau mau dinaikin. Akhirnya kita enggak sempat begitu karena daging naik terus, akhirnya kita nutup dan akhirnya saya narik ojek di pangkalan,” jelasnya.
Jumat Jadi Hari yang Dinantikan
Meski pendapatannya sebagai pengemudi ojek online kini tidak lagi seperti dahulu dan persaingan semakin ketat, Maryono tetap mempertahankan kebiasaannya setiap Jumat.
Menurutnya, hari Jumat justru menjadi salah satu hari yang paling ia nantikan. Pesanan yang masuk ke akunnya juga disebut lebih banyak dibandingkan hari lainnya.
Biasanya, Maryono beristirahat cukup lama setelah menunaikan salat Jumat. Namun, khusus hari Jumat, waktu tersebut justru digunakannya untuk kembali bekerja.
“Kadang malam-malam saya enggak bisa tidur, pengin cepat-cepat narik di hari Jumat nih. Karena kan saya narik itu di hari Jumat paling senang dan paling bahagia,” ungkapnya.
Maryono biasanya berangkat dari rumahnya di wilayah Parung, Kabupaten Bogor. Khusus setiap Jumat, ia mengenakan rompi hijau di atas jaket hijau-hitam khas Gojek.
Pada bagian belakang rompi tersebut tertulis, “Setiap Jumat Gojek ini Fri/Gratis.”
Rompi itu sengaja dipesan Maryono kepada tetangganya yang memiliki usaha jahit.
Ongkos Penumpang Dikembalikan
Setiap bertemu penumpang, Maryono terlebih dahulu menanyakan tarif perjalanan yang tertera di aplikasi.
Jika penumpang membayar secara tunai maupun non-tunai, Maryono akan mengembalikan uang sesuai tarif yang harus dibayarkan.
Tidak sedikit penumpang yang kebingungan dengan tindakan tersebut. Maryono kemudian menunjuk tulisan di bagian belakang rompinya sebagai penjelasan.
“Kalau untuk pembayaran dia pakai Gopay, saya tanya dulu, ‘Kak, mohon maaf Kak, tadi ongkosnya berapa ya?’. Kalau dia udah kasih tahu, saya diam-diam saya balikin,” ujarnya.
Beberapa penumpang bahkan tetap memaksa ingin membayar jasanya. Ada pula yang mengaku terharu melihat cara Maryono mengekspresikan rasa syukurnya.
Tak jarang, penumpang sampai menangis karena terharu. Maryono pun ikut terbawa suasana.
“Kadang-kadang ada juga, ‘Pak, ini pukulan buat saya. Bapak sebagai driver aja mampu untuk berbagi, sedangkan saya yang kerja begini aja saya tidak mampu untuk berbagi kepada orang lain’. Seperti itu,” tuturnya.
Uang yang Tak Dikembalikan Disumbangkan
Jika penumpang tetap bersikeras memberikan uang, Maryono tidak mengambilnya untuk kepentingan pribadi. Uang tersebut akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Setiap tiga bulan sekali, uang yang terkumpul disumbangkan ke panti asuhan. Ia juga pernah memberikan uang kepada sesama pengemudi ojek online yang rumahnya mengalami kebakaran.
“Jadi duit yang biasa customer enggak mau dikembalikan, saya alihkan, biasanya ke anak yatim, saya sumbangin ke teman saya yang lagi kena musibah,” katanya.
Doa Penumpang Membawanya ke Tanah Suci
Maryono mengaku tidak merasa kekurangan meski rutin menggratiskan ongkos penumpangnya setiap Jumat.
Ia percaya berbagi tidak akan mengurangi rezekinya. Sebaliknya, doa dan dukungan dari para penumpang justru menjadi penyemangat baginya.
Salah satu doa yang paling berkesan bagi Maryono adalah harapan agar dirinya dapat beribadah ke Tanah Suci.
Doa tersebut kemudian terwujud. Baru-baru ini, Maryono mendapat kesempatan dari aplikator bersama 74 pengemudi ojek online lainnya untuk menjalani ibadah umrah.
“Ada juga sebagian customer-customer yang bicara ke saya, ‘Mudah-mudahan Bapak bisa umrah.’ Ya itulah doa dari customer-customer saya alhamdulillah diijabah oleh Allah SWT,” kata Maryono.
Ajak Driver Lain Ikuti Kebiasaannya
Maryono juga sempat mengajak rekan-rekan sesama pengemudi ojek online untuk mengikuti kebiasaannya berbagi setiap Jumat.
Ia bahkan bersedia memberikan rompi hijau secara gratis kepada pengemudi lain yang ingin mengikuti langkahnya.
Namun, Maryono memahami kondisi ekonomi setiap pengemudi berbeda. Ia tidak ingin memaksakan kebiasaan tersebut kepada rekan-rekannya.
“Ya udah kalau belum siap saya nggak maksain. Tapi kalau memang siap mau ngikutin jejak saya, kamu saya kasih gratis jaket, saya bilang. Saya kasih gratis jaketnya,” ujarnya.

